Peristiwa 13 Tahun Lalu
Blog, selamat bertemu kembali. Dalam kesempatan ini aku akan menceritakan sebuah peristiwa yang terjadi beberapa tahun lalu, tepatnya Jumat, 6 Mei 1994.
Waktu itu aku masih kelas 3 SD. Ya…namanya anak-anak, masih seneng lah, maen2 ke sana-sini. Di rumahnya waktu itu ada dua buah sepeda. Aku suka naik sepeda waktu kecil. Aku senang bermain terutama dengan kakakku. Biasanya kemanapun dia pergi, aku selalu ikut.
Suatu siang aku naik sepeda hingga ke jalan raya.
Rumahku memang berada persis didepan jalan raya propinsi. Jalan raya itu sangat ramai dan dilalui bus yang lalu lalang. Sejak kecil aku sudah terbiasa dengan kebisingan yang ditimbulkan bus, truk dan segala macam debu yang menerpa rumahku.
Aku naek sepeda meninggalkan rumah. Waktu itu sekitar jam jam setengah 3 siang. Muter2 tidak jauh dari rumah. Hanya sekitar radius 400 meter. Pulang dari muter-muter, aku harus segera balik ke rumah. Aku memutuskan untuk lewat ke jalan raya. Jalan raya tidak terlalu ramai. Hanya bbrp mobil lewat. Aku naik sepeda dengan santai.
Nah…tiba saatnya untuk nyebrang jalan. Aku harus nyebrang ke arah kanan. Saat itu aku berada kira2 100 meter dari rumah.
Tanpa melihat ke belakang, aku langsung saja nyebrang dengan mengendarai sepeda.
Tiba-tiba…
Terdengar suara mobil mengerem dengan mendadak. Suara mobil berasal dari belakang. Aku menoleh ke asal suara, tepatnya di belakangku. Mobil itu berhenti tepat satu meter di belakangku.
Aku tidak sadar bahwa pada saat aku mau nyebrang naik sepeda, saat itu ada mobil sedan yang melaju dengan kecepatan tinggi. Sopir mobil itu berhasil menghentikan mobilnya.
Karena terdengar suara yang keras, banyak orang yang keluar dari rumah. Mereka mengira ada yang kecelakaan karena di daerah itu memang sering terjadi kecelakaan.
Menurut orang-orang, ditempat aku hampir kecelakaan itu, memang sering terjadi kecelakaan. Beberapa orang meninggal. Sejak aku lahir dan tinggal di daerah itu, sudah belasan kali terjadi kecelakaan dan bbrp korban meninggal dunia.
Orang tuaku dan kakakku keluar dari rumah. Tentu saja mereka kaget.
Fuih….syukurlah.
Aku selamat. Jika saja sopir mobil itu tidak dapat menghentikan mobilnya, aku tidak tahu apakah aku masih bisa menuliskan cerita ini di blog.
Pada waktu itu, aku keluar hanya memakai celana pendek dan kaos oblong. Orang tuaku menyimpan celana pendek dan kaos obong itu hingga sekarang. Di dalamnya ada tulisan, “Ya Allah, Alhamdulillah anak kami telah selamat. 6 Mei 1994”
Hingga sekarang kadangkala aku trauma jika nyebrang ke arah kanan. Aku masih sering melihat kaca spion ke belakang hingga aku yakin. Namun…itu kadang-kadang.
Aku yakin bahwa maut dapat datang menjemput sewaktu-waktu. Manusia hanyalah kecil di dunia dunia ini. Sebuah makhluk kecil yang tidak ada apa-apanya dibandingkan Sang Pencipta. Yang dapat dilakukan manusia hanyalah meminimalisir probabilitas/kemungkinan terjadinya kecelakaan. Namun manusia tidak dapat menghilangkan sama sekali probabilitas tersebut (zero).
Contohnya, kecelakaan pesawat. Naik pesawat bagus, mahal atau bergengsi sebenarnya tetap saja ada risiko kecelakaan. Tidak serta merta pesawat mahal maka tidak akan terjadi kecelakaan.
Aku hanyalah manusia biasa yang senantiasa terus berjalan di bumi. Semoga jika aku mati, aku mati dalam keadaan beriman. Aku takut jika pada saat mati aku tidak dalam keadaan beriman kepada-Nya.
Terkadang cacat sedikit memang dapat merusak susu sebelanga. Semakin hari, aku semakin mengerti dan dapat memahami. Terus berusaha memahami arti kehidupan. Semoga aku dapat menjadi orang yang tidak rugi hidup di dunia ini dan meninggalkan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain.
Amin…………
Depok, 11Agustus 2007
21:10 WIB