Archive for February, 2007

Tahun pertama kuliah

Wednesday, February 28th, 2007

 Aku baru saja melihat foto-foto
angkatanku. Angkatan 2003 sudah semester delapan. Ga’ terasa sedemikian cepat
berlalu. Entah mengapa aku merasa dalam waktu bbrp bulan kedepan memang kita
akan berpisah. Ya, bahkan dalam semester ini kita sudah mulai berpisah. Dari
mata kuliah yang ada, tidak ada mata kuliah wajib. Artinya, tidak ada lagi
kelas bersama. Tidak ada lagi kelas besar.

 Aku masih ingat waktu tahun pertama.
Aku dan temen2 seangkatan bertemu bersama di Balairung UI habis latihan nyanyi.
Waktu itu kami difasilitasi IMTI. Ketuanya waktu itu Sik (angkatan 2001).

 Singkat kata, perjalanan waktu
selama lebih dari tiga setengah tahunlah yang memberikan berbagai pengalaman
keceriaan dan kegetiran. Namun aku merasa itulah bumbu kehidupan.

 Aku masih ingat dengan temen2
seangkatan. Orang yang pertama aku kenal adalah Chaerul. Tapi ga’ tahu kemana
kabarnya sekarang. Tahun kedua kuliah dia menghilang. Kemudian, aku masih ingat
dengan kelompok Praktikum Fisika Dasar, yaitu Desi, Dindun, Aris, Audi, Akbar,
Luthfi dan Bagas. Aku masih ingat selama dua semester kita menghabiskan waktu
untuk praktikum di MIPA dengan bbrp kekonyolan. Masih ingat juga waktu tiap
malam kamis (praktikum Fisika Dasar hari kamis), kita seangkatan sering
ngerjain dengan sistem kebut semalam (SKS), bahkan sistem kebut sejam (SKS)
alias baru mengerjakan satu jam menjelang praktikum. Pernah juga ada temen2
yang ga’ boleh masuk sama asisten karena telat.

 Ada juga kelompok mata kuliah Dasar
Komputer. Yang ini aku tidak ingat siapa saja semuanya. Yang pasti beberapa
dari TI’03 dan ada satu-satunya angkatan 2000 (Jajang). Dia nyuci mata kuliah
Dasar Komputer. Aku dan temen2 juga begadang ngerjain laporan. Aku masih ingat,
waktu malam2 ngerjain di kamar Royan dan aku lupa blom save hasil ketikannya.
Ternyata tiba2 komputer mati. Ya…berakhir sudah usaha selama bbrp jam ngetik.
Akhirnya besoknya Royan ngetik laporan itu. Sampe skrg aku jaid ga’ enak kalo
ingat sama kejadian itu.

 Lalu ada lagi mata kuliah Menggambar
Teknik. Ini yang paling jago adalah Edwin. Aku dan temen2 asrama sering
ngerjain bareng ke kamar Edwin. Angkatan 2003 yang ada di asrama waktu itu
adalah aku, Edwin, Royan, Fahmi, AW dan Kenny. Yang cewek adalah Chichi, Nia,
Niken dan Kiki (Kiki keluar duluan dari asrama dan pindah ke Pocin).

 Mata kuliah yang berat adalah
Aljabar Linier 1. Dosennya dari MIPA, bikin ngantuk. Waktu itu aku hampir saja
nyaris tidak lulus karena UTS dapat nilai 36. Akhirnya untuk UAS aku belajar
keras. Begitu keluar, hasilnya aku dapat B. Ga’ habis pikir, bagaimana bisa.
Berarti untuk UAS, aku dapat hasilnya bagus banget. Waktu UAS memang aku
mengerjakan dengan benar semuanya.

 Mata kuliah Matematika Dasar (Matdas)
1 memang cuma mengulang pelajaran matematika di SMA. Jadinya ga’ terlalu sulit.
Terus ada mata kuliah Statistik Industri (Statin) 1 yang diajar Bu Bet. Lalu
ada mata kuliah Kimia Dasar. Pengajarnya dari jurusan Teknik Kimia (waktu itu
namanya Teknik Gas dan Petrokimia/TGP).

 Satu-satunya mata kuliah yang berbau
teknik industri adalah Pengantar Teknik Industri. Yang ngajar Pak Yuri.

 Memasuki semester dua, ada mata
kuliah Proses Produksi 1. Yang ngajar dosen mesin. Udah tua. Aku selalu ngantuk
waktu di kelas. Kemudian ada mata kuliah Mekanika Teknik. Yang ini enak
dosennya kalo ngajar. Dan karena bahan kuliahnya banyak yang berhubungan dengan
fisika dan hanya mengulang waktu di SMA, akhirnya aku dapat A untuk mata kuliah
ini. Mata kuliah Pengetahuan Bahan, yang ngajat Pak Bus dari metalurgi. Dia
mantan Ketua BPM (skrg MPM FTUI). Kata banyak orang sich, dia yang bikin yel
teknik (Teknik…yahud…hohihohaha…teknik paling jaya…hohihohaha…teknik
paling gaya).

 Mata kuliah Statin 2 yang ngajar Bu
Isti. Lumayan ribet dan pusing juga.
Untuk Matematika Dasar (Matdas) 2, lebih susah dari Matdas 1. Yang ngajar
orangnya sama, dari MIPA. Mata kuliah Aljabar Linier (Alin) 2 yang ngajar lebih
enak. Anak2 sering panggil dg nama ‘Peter John’. Terus ada mata kuliah Fisika
Panas. Dosennya kocak dan jayus. Mata kuliah Fisika Gelombang dan Optik. Yang
ini dosennya ga’ enak. Bikin ngantuk.

 Praktikum Fisika Dasar, waktu itu
aku pernah mau berantem sama asisten gara2 masalah laporan. Aku ngotot bahwa
metodeku benar dan dia ngotot bahwa metodenya yang paling benar. Alhasil, untuk
praktikum fisika semester 2 aku dapat nilai B, padahal semester sebelumnya aku
dapat nilai A.

 Semester dua ini, ada bbrp mata
kuliah yang menggunakan sistem kelompok, yaitu Pengetahuan Bahan, Statistik
Industri 2 dan Praktikum Fisika Dasar 2. Buat mata kuliah Pengetahuan Bahan,
kelompoknya banyak yang lupa. Terus Statin 2, kelompokku adalah AW, Willy dan
Fadli. Praktikum Fisdas 2 sama dengan kelompok yang semester 1.

 Kapan2 akan dilanjutin di posting
yang selanjutnya……………

Kontradiksi bekerja di MNC

Saturday, February 17th, 2007

Beberapa
hari lalu ketika aku sedang mengikuti UI Career Expo (semacam program
rekrutment dari berbagai perusahaan di kampus). Saat itu aku berada di depan
stand Total E&P Indonesie dan aku sedang mengisi formulir lamaran kerja untuk
dikumpulkan ke Total E&P. Tiba-tiba, ada yang mengagetkanku. Ternyata ****, “Oh..begini ya…ternyata lu pro sama MNC”.

Tentu
saja aku kaget. Emang orang pikir MNC itu buruk? Kesan yang aku dapat dari
omongan **** bahwa aku adalah Pro MNC dan MNC itu buruk dan harus dijauhi.

Sebegitu
sempitkah pemikiran tentang MNC?

 

Aku
akan mencoba menganalisis dari sudut pandang luas. Btw, pertanyaan ini juga
muncul saat aku krmn interview dengan ExxonMobil (15 Februari 2007 di daerah
Semanggi).

 

Multi
National Corporation (MNC) atau Trans National Corporation (TNC) adalah
perusahaan yang memiliki basis di suatu negara dan memiliki jaringan ke negara
lain. Biasanya MNC/TNC menggurita di seluruh dunia.

 

Berdasarkan
laporan yang dikeluarkan United Nation Conference on Trade and Development
(UNCTAD) tahun 2005. Laporan ini membagi MNC dalam dua kategori, yaitu
finansial dan non finansial dengan mengurutkan MNC dari yang terbesar dalam hal
jumlah aset mereka yang berada di luar negara asal (home economy country), bbrp MNC dalam bidang non finansial adalah :

 (angka
total aset adalah dalam US $ milyar dan jumlah pekerja adalah orang)

  1. General
         Electric (AS); bidang elektronik; jumlah aset di luar negeri (selain AS)
         adalah US $ 258 milyar; total aset adalah US $ 647 milyar; total penjualan
         adalah US $ 134 milyar; total pekerja adalah 305.000 orang
  2. Vodafone
         Group(United Kingdom); telekomunikasi; US $ 243 milyar; US $ 262 milyar;
         US $ 59 milyar; 60.109
  3. Ford
         (AS); otomotif; US $ 173 milyar; US $ 304 milyar; US $ 164 milyar; 327.531
  4. General
         Motor (AS); otomotif; US $ 154 milyar; US $ 448 milyar; US $ 185 milyar;
         294.000
  5. British
         Petroleum (AS); minyak; US $ 141 milyar; US $ 177 milyar; US $ 232 milyar;
         103.700
  6. ExxonMobil
         (AS); minyak; 116; 174; 237; 88.300
  7. Royal
         Dutch Shell (UK/Belanda); minyak; 112; 168; 201; 119.000
  8. Toyota
         (Jepang); otomotif; 94; 189; 202; 119.000
  9. Total
         (Prancis); minyak; 88; 101; 118; 110.783
  10. France
         Telecom (Prancis); telekomunikasi; 81; 126; 52; 218.523

17. Siemens (Jerman); elektronik; 58; 98; 84; 417.000
19. Honda (Jepang); otomotif; 53; 78; 70; 131.600

21. Chevron (AS); minyak; 51; 81; 120;61.533

23. Pfizer (AS); farmasi; 49; 117; 45; 122.000

25. BMW (Jerman); otomotif; 45; 72; 47; 104.342

26. Eni Group (Italia); minyak; 44; 85; 58; 76.521

28. Daimler Chrysler (Jerman/AS); otomotif; 42; 255; 154;
362.063

29. Fiat (Italia); otomotif; 42;79; 53; 162.237

30. Nestle (Swiss); makanan dan minuman; 41; 72; 65;
253.000

31. IBM (AS); elektronik; 41; 104; 89; 319.273

32. Conoco Phillips (AS); minyak; 37; 82; 90; 39.000

33. Sony (Jepang); elektronik; 35; 85; 65; 162.000

34. Carrefour (Prancis); retailer; 34; 49; 79; 419.040

35. Wal Mar (AS); retailer; 34; 104; 256; 1.500.000

38. Protect and Gambler (AS); consumer goods; 33; 57; 51;
110.000

40. Hewlett Packard (AS); elektronik; 32; 75; 73; 142.000

43. Unilever (Inggris/Belanda); consumer goods; 29; 48;
48; 234.000

46. Lafarge (Prancis); non metalic product; 28; 31; 15;
75.338

47. Repsol (Spanyol); minyak; 28; 48; 41; 30.644

57. Renault (Prancis); otomotif; 22; 71; 42; 130.740

64. Bayer (Jerman); farmasi; 19; 47; 32; 115.400

66. Singtel (Singapura); telekomunikasi; 18; 22; 7;
19.081

69. Nokia (Finlandia); telekomunikasi; 17; 29; 37; 51.359

72. Petronas (Malaysia); minyak; 16; 53; 26; 30.634

73. McDonalds (AS); retailer; 16; 26; 17; 418.000

91. Holcim (Swiss); non metalic product; 13; 20; 10;
48.200

97. Motorola (AS); telekomunikasi; 13; 32; 27; 88.000

99. Samsung (Korea); elektronik; 12; 57; 54; 55.397

100. International Paper Company (AS); kertas; 12; 36;
25; 82.800

 

Untuk
kategori MNC dalam bidang finansial adalah :

  1. Citigroup
         (AS); total aset adalah US $ 1.264 milyar; total pekerja adalah 275.000
  2. UBS
         (Swiss); 1.221; 65.929
  3. Allianz
         (Jerman); 1.179; 173.750
  4. Mizuho
         Financial (Jepang); 1.115; 27.900
  5. Credit
         Agircole (Prancis); 1.103; 63.140
  6. HSBC
         (Inggris); 1.034; 218.000
  7. Deutche
         Bank (Jerman); 1.013; 67.682
  8. Mitsubishi
         Tokyo Financial Group (Jepang); 995; 37.000
  9. BNP
         Paribas (Prancis); 986; 89.071
  10. ING
         Group (Belanda); 982; 114.344
  11. Sumitomo
         (Jepang); 968; 22.431

16. JP Morgan (AS); 770; 93.453

19. ABN AMRO (Belanda); 706; 97.000

21. AIG Group (AS); 678; 86.000

26. Axa Group (Prancis); 567; 117.113

29. Merrill Lynch (AS); 496; 48.100

34. Bank of China (China); 443; 189

41. Goldman Sachs (AS); 404; 19.476

50. Gruppo Assicurazioni Generali (Italia); 327; 60.638

 

Mungkin
beberapa nama di atas adalah nama asing dan baru pertamakali di dengar. Atau
ada nama yang sudah familiar dengan telinga kita.

 

Data
yang digunakan dalam Laporan UNCTAD adalah data tahun 2003. Maka coba kita
bandingkan dengan kondisi Indonesia pada tahun 2003. Realisasi pendapatan APBN
tahun 2003 adalah Rp 341,4 triliun (16,7 persen dari produk domestik bruto).
Produk Domestik Bruto Indonesia pada tahun 2003 sekitar Rp 2.050 triliun). Data
ini didapatkan dari Nota Keuangan APBN 2006. Meskipun kita udah tahun 2007,
tapi data tersebut bisa dipakai karena kita hanya memerlukan data tahun 2003.

 

Dengan
asumsi kurs 1 dollar AS = Rp 8.800 (rata-rata tahun 2003), maka :

Pendapatan
APBN tahun 2003 = US $ 38,8 milyar

Produk
Domestik Bruto Indonesia tahun 2003 = US $ 253,7 milyar

 

Wow….ternyata
pendapatan APBN Indonesia tahun 2003 hampir sama dengan total penjualan Nokia
(Finlandia, peringkat ke-69) yaitu US $ 37 milyar.

Produk
domestik bruto Indonesia pada tahun 2003 hampir sama dengan total aset yang
dimiliki Daimler Chrysler (Jerman/AS) yaitu US $ 255 milyar dan bahkan masih
kalah dengan total aset yang dimiliki peringkat ke-50 perusahaan finansial
(Gruppo Assicurazioni Generali).

 

Memang
sangat kontradiktif. Namun begitulah kenyataan.

 

Ada
catatan nih, laporan dari World Institute fo Development and Economic Research
(WIDER) yang dikeluarkan pada 5 Desember 2006 menyebutkan bahwa :

Dua persen orang dewasa di dunia
menguasai lebih dari separuh kekayaan dunia

Satu persen orang dewasa terkaya di
dunia menguasai 40 persen kekayaan dunia (pada tahun 2000)

Sepuluh persen orang dewasa terkaya
di dunia menguasai 85 persen kekayaan dunia

Kontrasnya, separuh penduduk dewasa dunia
terbawah dalam hal kekayaan hanya menguasai satu persen kekayaan dunia

Separuh penduduk dewasa dunia teratas
dalam kekayaan memiliki rata-rata aset senilai US $ 2,200

Sepuluh persen penduduk dewasa terkaya
di dunia memiliki rata-rata aset senilai US $ 61,000

Satu persen penduduk dewasa terkaya
di dunia memiliki rata-rata aset senilai lebih dari US $ 100,000. Jumlahnya
sekitar 37 juta jiwa

 

Kontras?
Ya..itulah kenyataan saat ini.

 

Ada
yang bilang hidup adalah persaingan dan seleksi alam. Jika menggunakan analogi
berpikir demikian, maka memiliki kekayaan berapun adalah sah-sah saja.
Kemiskinan adalah hal yang pasti terjadi.

 

Namun,
apakah pemikiran demikian dibiarkan? Jika mengikuti hukum alam, maka akan
terjadi penindasan. Jika tidak ada regulator (dalam hal ini adalah pemerintah),
maka akan terjadi ketimpangan yang lebih luar biasa.

 

Namun,
apakah mencari kekayaan dilarang? Apakah bekerja di MNC di larang? Apakah kita
mesti menghentikan itu semua dengan melarang MNC masuk ke Indonesia?

 

Tidak
semudah itu. Itu adalah berpikir dengan jalan pintas. Menyuruh MNC hengkang
dari Indonesia sama saja mendorong kita untuk bunuh diri. Coba kita pikirkan,
berapa aset mereka yang di Indonesia. Berapa banyak tenaga kerja yang sudah
terserap di Indonesia. Seberapa besar multiplier effect yang telah ditimbulkan
mereka? Seberapa besar konstribusi mereka terhadap pertumbuhan ekonomi dan
peningkatan kesejahteraan masyarakat?

 

Sikap
Anti MNC, menurutku sangat ironis. Aku jadi heran. SEBERAPA BANYAK BUKU YANG
TELAH MEREKA BACA SEHINGGA MEREKA BILANG DEMIKIAN????? Aku pikir mereka juga
baru ikut diskusi berapa kali, buku yang dibaca juga baru (ah…) paling-paling
juga dikit. Cetek..pikirannya kadang-kadang.

 

Tolonglah,
baca buku dan cari informasi lebih banyak!!!!

 

Jangan
langsung bilang “Aku Anti MNC”. Padahal dalam keseharian mereka tidak sadar
telah terjebak dalam jeratan kapitalisme.

 

Contohnya
begini, banyak dari mereka juga suka menonton sepak bola, Liga Inggris, Liga
Spanyol, Liga Italia, Champion dll. Padahal bisnis sepak bola juga tidak bisa
dilepaskan dari jeratan kapitalisme. Selain sebagai ajang kelincahan mengolah
bola, tidak disangsingkan, memang ada peluang bisnis dalam sepak bola.

 

Nah,
mereka berarti ga’ konsisten!

 

Ada
lagi, Anda tentu saja tahu bahwa sebagian besar sepeda motor di Indonesia
mereknya Honda, Suzuki dan Yamaha. Perusahaan itu khan MNC juga. Secara
langsung sebagian besar penduduk Indonesia nyatanya juga pemakai sepeda motor
tersebut.

 

Aku
sering bilang, “Berpikirlah lebih luas”. Jangan memandang suatu permasalahan
dari satu sudut pandang saja.

 

Tolong
lebih di jelaskan kalau menjelaskan tentang permasalahan. Memang ada sebagian
MNC di pertambangan yang kontroversial. Namun tidak bisa digeneralisir bahwa
semua MNC itu buruk. Tolonglah berpikir
lebih luas!

 

Kalau
berbicara masalah Freeport, ExxonMobil dan Newmont Minahasa Raya (NMR), memang
ada bbrp kejanggalan dari mereka.

 

Menurut
aku kunci permasalahan yang perlu diatur adalah masalah regulasinya. Disinilah
diperlukan peran pemerintah sebagai penengah. Saya jadi tertawa jika ada yang
bilang mekanisme pasar adalah segala-galanya. Ga’ mesti dan tidak juga. Pada
suatu saat tetap diperlukan peran pemerintah sebagai regulator (tapi bukan
sebagai pemain).

 

Jika
dalam realita terdapat kejanggalan dalam pemerintah, maka itu adalah permasalahan
oknum dan permasalahan sistemik yang sudah sedemikian meluas, ex : korupsi,
birokrasi de el el.

 

Bekerja
di MNC adalah dosa besar!

Saya
tidak sependapat dengan pendapat mereka. Coba tolong pisahkan antara
permasalahan yang ada, baru ngomong!